Kecanduan game online bisa dialami siapa saja, baik anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Banyak remaja di Indonesia mengalami masalah tersebut. Mereka bisa menganggap bahwa game online adalah hobinya, sehingga membuat mereka menjadi kecanduan game online.

Ghuman & Griffiths (2012) menjelaskan bahwa dengan terus menerus bermain game online akan menyebabkan seseorang menjadi kurang peduli terhadap kegiatan sosial, kehilangan kontrol atas waktu, menurunnya prestasi akademik, relasi sosial, finansial, dan kesehatan. 

Selain itu berdasarkan hasil penelitian Novrialdy, Nirwana dan Ahmad (2019) mengemukakan bahwa masih banyak remaja yang belum memiliki pemahaman akan bahaya kecanduan game online. Kita harus memperingati orang-orang terdekat kita akan bahaya game online ini.

Oleh karena itu, khususnya para orang tua lebih berhati-hati dalam memberikan akses terhadap berbagai produk teknologi. Anak-anak harus mendapatkan pengawasan saat menggunakan gadget tertama saat mereka bermain game. Orang tua bisa memberikan batasan waktu satu atau dua jam per hari agar anak tidak bergantung pada permainan digital.

Untuk itu, game online sebagai bentuk dari perkembangan teknologi perlu disikapi dengan bijak supaya tidak berdampak buruk bagi remaja. Dengan demikian, para orang tua perlu memberikan upaya-upaya pencegahan agar remaja terhindar dari kecanduan game online.

Disusun oleh:
Nur Husniyatul Mubarok_126210201003
Muhammad Affan Ash Shiddieqy_126210203112

Untuk mememuhi tugas mata kuliah keterampilan menulis.